Tuhan...
Beri aku petunjukmu!
Aku merasa hilang arah tak menentu
Kegelisahanku tak tau
Tangisku tak tau
Perih dan sesak yang kurasa tak tau
Tak tau aku harus bagaiman?
Tak ingin aku memjadi batu
Hanya diam dan membisu
suka suka
Kamis, 11 September 2014
Senin, 18 Februari 2013
Pembelajaran
Firda
Ferdiani
Banyak orang yang ingin
sekolah
Tapi tak bisa.
Banyak orang yang ingin
belajar
Tapi tak sanggup.
Banyak orang yang ingin
bermimpi
Tapi tak mampu.
Di sisi lain banyak orang
yang dapat melakukan segalanya
Tapi di sia-siakan begitu
aja.
Seharusnya mereka dapat
belajar dari apa yang mereka lihat
Agar dapat menghargai apa
yang mereka dapat.
Pengabdian
Firda
ferdiani
Pengabdian…
Tanggung jawab dan
keikhlasan.
Pengabdian seorang guru yang
rela menghabiskan waktunya
Untuk memberikan pengalaman
dan pembelajaran.
Beliau tak mengharapkan
balasan harta
Tapi ada satu yang
diharapkannya yaitu
Hasil yang didapat dari apa
yang diberikannya.
Beliau terus berusaha
mendorong, memberikan motivasi
Agar mereka tak putus asa
mengejar impiannya.
Masa Depan
Firda
Ferdiani
Banyak anak yang
menyia-nyiakan sekolahnya
Mereka bolos, berkelahi,
hingga tawuran.
Sedangkan orang tua mereka
merelakan apapun
Agar anaknya bisa
bersekolah,
Mendapatkan pelajaran dan
pendidikan.
Orang tua selalu mengalah
demi anaknya
Memberikan apapun agar
anaknya senang
Membiarkan anaknya memilih
masa depannya
Agar tak salah dan tersesat
di jalan.
Orang tua mana yang tak
ingin anaknya punya masa depan!
Perjuangan
Firda
Ferdiani
Kaki-kaki kecil itu berjalan
menerobos
Berkilo-kilo meter jalan
berbatu dan berlumpur,
Tanpa alas tanpa rasa sakit
lagi,
Memakai pakaian yang tak
layak
Tapi semangatnya tak kalah
dengan yang berpakaian layak.
Tanpa rasa lelah mereka
terus berjalan
Untuk meraih pendidikan menggapai
impian
Impian yang akan mengubah
segalanya,
Impian yang akan menjadi
kenyataan.
Peri Tidur
Firda
Ferdiani
Aku melihat banyak orang
yang tak seberuntung aku
Aku bisa sekolah dan bermain
tanpa beban.
Tapi, aku lihat di pinggir
jalan, di bawah jembatan
mereka hidup hanya dengan
beralaskan tikar.
Mereka berharap ada peri
yang mengulurkan tongkatnya.
Yang dapat mengubah nasibnya
Dan memberikan tiga
permintaan
Harta, Pendidikan dan Jabatan.
Tapi dimana?
Dimana peri-peri itu?
Mereka semua mengumpat!
Mereka tak pernah Nampak!
Langganan:
Postingan (Atom)